Langsung ke konten utama

Menghindari Penyakit 3 M

1. Menyalahkan Orang Lain

Kebiasaan manusia jika menghadapi masalah dilingkungan sekitar adalah menyalahkan orang lain. Wajar kalau kita menyalahkan  orang lain ketika mengalami kegagalan berbisnis karena sesuatu yang tidak bisa kita kontrol. Dengan menyalahkan orang lain, mereka kadang lupa bahwa karakter orang berbeda-beda. Kalau keseringan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kita buat sendiri, hal ini juga bisa berakibat buruk untuk diri kita.
 Apalagi kalau orang itu memang tidak bersalah bahkan tidak ada hubungannya dengan kesalahan itu. Orang akan merasa gerah jika lama-lama berada di dekat orang yang selalu menyalahkannya. Jadi, siap-siap aja ditinggalkan oleh orang-orang yang selama ini bersedia suka rela membantu kamu.
Menyalahkan itu menular. Jika dirimu menyalahkan orang lain atas apa yang anda rasakan, Dirimu justru memberi kekuatan pada mereka bahwa dirimu sebenarnya tergantung pada mereka. Menyalahkan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Ia masih tetap sebagai masalah. Jika saat ini Anda masih sibuk mencari siapa yang s alah, Anda perlu membaca tulisan ini. Anda akan mengetahui mengapa sikap menyalahkan tidak akan pernah berhasil.
1. Menjebak Diri Sendiri pada Masalah yang Sama di Masa Depan
Saat Anda menyalahkan orang lain dan mengharapkan mereka bertanggungjawab atas masalah yang Anda terima, saat itu Anda sedang menjebak diri sendiri. Anda menarik hal yang sama terjadi di masa depan.
Saya dan Anda tahu dan sadar tidak menginginkan masalah yang sama terulang kembali. Dan apa yang akan terjadi?
Anda akan terjebak pada masalah yang kurang lebih sama tapi tetap saja merasakan perasaan negatif yang sama seperti di masa lalu. marah, kesal, benci dan emosi negatif lainnya
2. Memberi Kontrol pada Orang lain
Menyalahkan orang lain tidak ubahnya memberi kontrol diri kepada mereka. Tanpa sadar Anda akan lebih lemah dan sanggat terpengaruh oleh apa yang mereka katakan dan lakukan.
Anda membuat orang lain lebih penting dari diri anda sendiri. Nyatanya, banyak dari mereka yang suka menyalahakan orang lain lebih banyak memikirkan tentang orang lain.
3. Hanya akan Membuat Anda Semakin Negatif
Saat menyalahkan orang lain secara otomatis Anda masuk ke zona negatif. Anda menarik emosi negatif yang lebih besar ke dalam diri anda.
Ini hanya akan memperburuk kondisi anda. Lebih mudah merasakan perasaan negatif, mempengaruhi hubungan yang lebih buruk dengan orang lain,
4. Orang lain Memandang Rendah Diri Anda
Apa yang Anda rasakan jika berhubungan dengan orang yang suka menyalahkan orang lain. Apakah Anda bisa bekerja sama dengan mereka? Apa yang terjadi jika ada masalah? Apakah di masa depan Anda masih mau bekerja sama dengan mereka?
Tentu kita tidak suka bekerja sama dengan orang yang suka mengeluh. Bukannya kita sibuk menyelesaikan masalah, malah memperkeruh keadaan yang terjadi.

2. Membandingkan Diri Sendiri Dengan Orang Lain
Sulit rasanya menghilangkan kebiasaan untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Meski merupakan hal yang wajar, lama-kelamaan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain justru bisa menjadi fokus yang keliru dalam kehidupan kita. Alih-alih menjadi motivasi, kebiasaan membandingkan ini justru membuat kita semakin putus asa dan sulit mengembangkan diri dan mengeluarkan potensi.
Bagaimana caranya agar diri kita tidak membandingkan dengan orang lain?
1.Batasi Akses Dalam Media Sosial
Jangan sering-sering ngeliat dan mengakses media sosial. Batasi waktu untuk surfing hal-hal yang terlalu menawarkan hidup mewah atau berhenti follow mereka. Batasi waktu untuk mengecek medsos setiap harinya atau dalam satu minggu. Misalnya, 10 menit sehari. Selain bisa mengurungkan rasa minder, kamu juga bisa menghemat kuota internet
2. Berpikir Realistis
Tidak semua yang terlihat di depan mata adalah hal yang apa adanya. Ada hal-hal tidak terlihat di balik suksesnya orang-orang yang membuatmu iri. Misalnya, ketika kamu melihat temanmu memiliki hubungan yang kelihatannya sempurna kamu harus ingat bahwa ia pun sebenarnya tidak mudah untuk mencapai hubungan yang demikian. Ada juga Yang kebutuhan hidupnya tercukupi, nyatanya jika kita lihat dari luarnya saja mereka seperti orang yang memilik beban dan seperti tak ada kekurangan sama  sekali, namun dibalik semua itu jarang ada waktu luang bersama keluarga karna sibuk untuk bekerja.
3.Bersainglah dengan Diri Sendiri
Orang sukses akan selalu mengatakan bahwa saingan terberat bagi mereka adalah diri mereka sendiri. Dengan kemampuan yang mereka miliki, mereka selalu berusaha untuk meningkatkan dan mengembangkan apa yang terbaik bagi mereka.

3. Membanggakan Diri Sendiri
Berlebihan membanggakan diri sendiri menyebabkan kita seringkali menjadi seseorang yang sombong dan meremehkan orang lain. Beberapa contoh dari self-esteem yang berlebihan seperti memuji diri atas prestasi, kondisi fisik, kebaikan atau segala sesuatu yang ada pada diri sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang yang memiliki karakter seperti tersebut. Mereka memiliki dorongan yang kuat pada dirinya untuk membanggakan diri dan memberitahukan orang lain akan kelebihan-kelebihan dan segala sesuatu yang dimiliki.
Beberapa alasan yang menyebabkan seseorang suka memuji diri sendiri:
Merasa begitu hebat. Orang yang suka memuji diri sendiri sering merasa sudah mampu melakukan hal-hal yang orang lain tidak bisa lakukan (kesombongan). Mereka memandang dirinya mampu melakukan lebih baik daripada orang lain. Kita harus berhati-hati ketika kita merasa hebat, karena kesombongan mampu membuat seseorang tidak bisa menilai segala sesuatu secara obyektif, apalagi ketika menilai diri sendiri lebih cenderung menilai secara subyektif. Bukan berdasarkan kenyataan yang sesungguhnya tapi berdasarkan keadaan dan perasaan diri sendiri. Kita harus menyadari bahwa tanpa Tuhan kita tidak mampu melakukan segala sesuatu dan apa yang ada pada diri kita adalah milik Tuhan. Oleh sebab itu, tidak ada alasan untuk kita menjadi sombong dan menganggap diri lebih hebat.
Mencari pengakuan. Seringkali seseorang memuji diri sendiri hanya untuk mendapat pengakuan dari orang lain. Oleh karena itu, mereka memuji diri sendiri dan menceritakan kelebihan-kelebihan supaya diakui. Sebenarnya pengakuan tidak datang melalui usaha memuji diri dan menceritakan kehebatan kita. Pengakuan akan datang dengan sendirinya ketika kita melakukan segala sesuatu dengan baik, tulus, dan penuh kerja keras. Yang kita butuhkan sebenarnya bukan pengakuan akan apa yang kita lakukan, tetapi bagaimana kita bisa memberikan teladan yang baik kepada semua orang. Hidup dengan baik sehingga mampu mengontrol satu sama lain.
Meremehkan orang lain. Ketika seseorang memuji diri sendiri seringkali mereka memiliki maksud untuk membuat orang lain merasa kurang berarti atau bahkan menjatuhkan orang lain. Entah disadari atau tidak, ketika mereka memuji diri sendiri, mereka cenderung menganggap remeh orang lain. Merasa orang lain tidak mampu melakukan segala sesuatu sebaik yang kita lakukan. Jika kita terus-menerus meremehkan orang lain, maka tidak menutup kemungkinan bahwa kita akan menjatuhkan mental dan mematahkan semangat orang yang ada di sekitar kita. Apapun kondisi kita dan orang lain, kita harus tetap menghargai dan saling mendukung bukan memuji atau meninggikan diri sendiri.
Sadar atau tidak, seringkali kita bersikap seperti ini. Kita merasa lebih baik daripada orang-orang yang ada di sekitar kita tanpa sadar kita membanggakan diri atas apa yang kita perbuat. Apapun kemampuan, talenta, karunia yang sudah Tuhan berikan kepada kita harus tetap dijalani dengan rendah hati dan penuh tanggung jawab. Bukan untuk bermegah atau membanggakan diri.

Sebenarnya kualitas hidup ditentukan oleh anda sendiri, jika anda memilih cara pandang positif itulah yang akan anda dapatkan dan sebaliknya, karna ada 3 M

Komentar